KARYA
TULIS ILMIAH POPULER
1.
Karya Tulis Ilmiah (KTI) Populer biasa dimuat
pada media massa yang populer di masyarakat, baik elektronik maupun cetak,
seperti koran, tabloid, majalah dan sejenisnya.
2. Dikategorikan
sebagai karya tulis ilmiah karena mengikuti pola pikir ilmiah, yang dicirikan
antara lain; (a) di dasarkan adanya masalah atau adanya kesenjangan antara
harapan (das sollen) dan kenyataan (das sain); (b) ada landasan teori yang
digunakan untuk; mengajukan permasalahan (kualitatif), menjawab permasalahan
(kuantitatif); dan mendiskusikan temuan (kualitatif dan/atau kuantitatif; (c)
membuat kesimpulan dan rekomendasi/saran.
3. Profesionalisasi
Guru Berkelanjutan (PGB) atau sering digunakan untuk monitoring dan evaluasi
kinerja dan kompetensi guru bersertifikat, yakni; (a) pengembangan diri; (b)
publikasi ilmiah; dan (c) karya inovatif.
4. Sistematika
sederhana mengenai KTI Populer, terdiri dari; (a) Tema/Judul; (b) Dasar
Pemikiran atau Latar Belakang; (c) Asumsi Teoretik; dan (d) Simpulan dan Rekomendasi
a.
Tulis sebuah tema, bukan judul. Tetapi jika
sudah yakin, tema tersebut bisa jadikan sebagai “Judul”
Sebuah
Judul KTI Populer mempersyaratkan 3 (tiga) hal: (1) SINGKAT: Diusahakan
sesingkat-singkatnya, semakin singkat semakin baik. Negara Erofah menentukan 8
kata dan/atau hurup yang digunakan dalam membuat sebuah judul KTI; (2) PADAT;
Dari membaca judulnya telah tergambar isi KTI (komprehenshif); dan (3)
PROVOKATIF; Menggunakan kalimat yang mampu memprovokasi pembaca.
b.
Dasar Pemikiran atau Latar Belakang, memuat;
(1) Bagi penulis pemula sering mengalami kesulitan memulai menulis. Hal ini
dapat diatasi dengan memulai menulis “mendefinisikan secara operasional judul tulisan”; (2) Dilanjutkan
menulis harapan (das sollen) atau pentingnya konsep, variabel dan indikator
yang akan ditulis; (3) Kemudian, kemukakan fakta dan data (das sain) yang kontroversial
dengan harapan di atas; (4) Lakukan identifikasi permasalahan kontroversial
tersebut; (5) Pilihlah satu atau lebih permasalahan yang telah diidentivikasi
dan permasalahan yang dipilih didukung oleh teori.
c.
Asumsi teoretik adalah jawablah sementara
secara teoretik terhadap permasalahan yang telah dipilih;
d.
Tulislah simpulan dan rekomendasi atau saran yang
dapat dilaksanakaan ketika mengakhiri sebuah tulisan.
e.
CATATAN TAMBAHAN:
(1)
Setiap paragrap memuat satu pokok pikiran
(main Ide) dan beberapa ide pendukung
(sporting ideas);
(2)
Hindari menulis alinea panjang;
(3)
Hindari menggunakan kata-kata yang sama
secara berulang-ulang;
(4)
Jika menulis di media koran, perhatikan
ketentuan berikut; (a) ditulis pada margin 100; (b) panjang tulisan maksimal 2,5 halaman; (c) ukuran dan bentuk
hurup 14 dan time new roman;
(5)
Jika anda menulis untuk kenaikan pangkat,
jangan lupa sertakan; (a) Daftar Urut Kepangkatan (Dupag) yang sudah
ditandangani Kepala Sekolah; (b) SK Golongan IV/A; (c) PAK Golongan IV/A; dan
(d) Ijasah Sarjana;
(6) Ketrampilan menulis seseorang hanya dapat
terwujud karena ia menulis, artinya tidak mungkin seseorang menjadi penulis,
jika ia tidak menulis. Oleh karena itu jadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan
dan rekreasi.
(7) Menulislah tema yang paling dipahami dan
diminati, demikian pesan JK Rawling, penulis buku “Herry Porter”. Sementara Ali
bin Abi Thalib menasehati kita “Ikatlah ilmu dan pikiranmu dengan
menuliskannya”;
(8) Sebuah pesan singkat; “Tuliskan apa yang
anda lakukan, dan lakukan apa yang anda tuliskan”.
(9) Setelah menghasilkan karya tulis, orang
pertama yang menghargai dan mendekumentasikan karya tulis anda adalah anda
sendiri. Jangan berharap orang lain menghargai karya tulis kita, sebelum kita
terlebih dahulu menghargainya.
(10) Persoalan lain yang juga sering
dihadapi guru adalah publikasi ilmiah. Oleh karena itu terbitkan majalan atau
jurnal ilmiah berkala di sekolah masing-masing, setelah terbit dua kali,
mintakan ke LIPI nomor ISSN-nya untuk dimuat pada terbitan ke-3.